• 17

    Aug

    PERANAN KONSELOR DALAM PENDIDIKAN KARAKTER

    PENDAHULUAN Bimbingan dan konseling di Indonesia secara formal masuk dalam sistem pendidikan nasional mulai tahun 1975, yaitu pada saat diberlakukannya kurikulum 1975 di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Hal ini berarti bahwa sejak saat itu di mulai diakuinya profesi bimbingan dan konseling di sekolah. Suatu profesi yang diharapkan akan dapat membantu dan mendukung mengembangkan seluruh kemampuan peserta didik sesuai dengan potensinya melalui layanan bimbingan dan konseling yang bersifat psiko-pedagogis. Dengan demikian, layanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan untuk pencapaian tujuan pendidikan. Harapan besar ditumpukan pada para penyelenggara layanan bimbingan dan konseling di sekolah (konselor). Di dalam perjalanan mengemban tugas ter
  • 3

    Dec

    PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA BERBASIS LILLAH BILLAH

    Ada sesuatu yang sangat menarik di dalam Sarasehan Nasional yang diselenggarakan oleh Penyiar Shalawat Wahidiyah (PSW) di Pondok Pesantren At Tahdzib, Rejoagung, Ngoro, Jombang, 26/06/2010. Selain pesertanya yang memang berasal dari seluruh Indonesia, juga terdapat pembicaraan menarik tentang bagaimana membangun Indonesia di masa depan. Di antara perbincangan menarik tersebut terkait dengan pendidikan karakter bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasar pada Pancasila dan UUD 1945. Di dalam kesempatan ini, KH. Ruhan Sanusi, Ketua Umum DPP Penyiar Shalawat Wahidiyah menyatakan bahwa di dalam pembangunan bangsa ini seharusnya berdasar atas prinsip Lillah Billah. Prinsip tersebut merupakan ajaran pokok yang mendasar dari Penyiar Shalawat Wahidiyah. Jadi, melalui prinsip Lillah B
  • 2

    Dec

    KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER

    Kenapa pendidikan yang kini tumbuh berkembang pesat, justru berefek samping melahirkan banyaknya koruptor dan teroris, walaupun tidak seluruh anak bangsa menjadi koruptor dan teroris, tetapi mereka para pelaku korupsi justru orang-orang yang umumnya sudah menyandang berbagai titel strata pendidikan. Apa yang salah dalam pendidikan kita? Dalam hal kasus-kasus yang menyangkut kriminalitas, kejahatan, pembunuhan, teroris, mereka adalah orang-orang yang telah menikmati pendidikan cukup. Timbul pertanyaan, lalu apa yang masih kurang bagi mereka dan bangsa yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa, kekayaan yang berlimpah ini? Perlu direnungkan masalah-masalah pokok tersebut diatas yang pada dasarnya bermuara pada kurangnya pendidikan karakter bangsa. Mengapa pendidikan karakter? Kepentingan na
  • 30

    Nov

    MENDIKNAS: PENDIDIKAN KARAKTER MENDESAK DITERAPKAN

    Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menekankan pentingnya pendidikan karakter. Sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa maka pendidikan karakter mendesak untuk diterapkan.Hal tersebut disampaikan Mendiknas pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Minggu (2/5/2010). Diantara karakter yang ingin kita bangun adalah karakter yang berkemampuan dan berkebiasaan memberikan yang terbaik, giving the best, sebagai prestasi yang dijiwai oleh nilai-nilai kejujuran, kata Mendiknas saat memberikan sambutan acara. Adapun tema peringatan Hardiknas adalah Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa. Mendiknas mencermati fenomena sirkus, yaitu tercerabutnya karakter asli dari masya
  • 28

    Nov

    BK HARUS KEMBANGKAN KARAKTER SISWA

    Peran guru bimbingan dan konseling ataupun konselor penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh. Pentingnya peran pendampingan dan konseling disebabkan pendidikan masih dimaknai secara sempit. Rektor UPI yang mantan Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (Abkin) Sunaryo Kartadinata mengatakan, pendidikan utuh yang dimaksud adalah pendidikan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademis, tetapi juga mengembangkan karakter dan kepribadian peserta didik. Di sinilah peran guru bimbingan dan konseling, yaitu membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan kepribadiannya, tuturnya di hadapan sekitar 200 peserta seminar nasional Profesionalisme Guru Bimbingan & Konseling dan Konselor yang diselenggarakan Program Studi B
  • 28

    Nov

    PENGEMBANGAN DIRI BERKARAKTER

    Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan, yaitu terprogram dan tidak terprogram. 1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut ini. KEGIATAN PELAKSANAAN Layanan dan kegiatan pendukung konseling Individual Kelompok: tatap muka guru BK masuk ke kelas Ekstrakurikuler
  • 28

    Nov

    PENDIDIKAN KARAKTER

    Dunia pendidikan, termasuk pendidikan formal, non-formal dan informal saat ini telah terbius oleh dogma, dalil-dalil, ataupun ajaran dari luar negeri yang justru sangat asing di negara ini. Padahal, negara ini memiliki banyak ajaran yang sangat luar biasa dan tinggi kelasnya, seperti karya Ki Hajar Dewantara. Bila dicermati, yang terjadi sekarang adalah lemahnya sikap toleransi terhadap sesama warga bangsa, menurunnya kepercayaan akan kebenaran sistem negara-bangsa yang diwariskan oleh pendiri republik ini, ditambah lagi munculnya berbagai perilaku anarkis, sadistis, konfrontatif serta berbagai tingkah laku lain yang bertentangan dengan norma sosial, susila, dan agama. Banyak kalangan yang akhirnya bertanya, Apa yang salah dengan pendidikan nasional sehingga belum berhasil membangun karak
  • 22

    Nov

    URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER

    Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh
  • 22

    Nov

    PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI PONDASI KESUKSESAN BANGSA

    Pendidikan karakter kini memang menjadi isu utama pendidikan. Selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Di lingkungan Kemdiknas sendiri, pendidikan karakter menjadi fokus pendidikan di seluruh jenjang pendidikan yang dibinannya. Tidak kecuali di pendidikan tinggi, pendidikan karakter pun mendapatkan perhatian yang cukup besar. Beberapa waktu lalu (1/06) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan Rembuk Nasional dengan tema Membangun Karakter Bangsa dengan Berwawasan Kebangsaan. Acara yang digelar di Balai Pertemuan UPI ini, dibidani oleh Pusat Kajian Nasional Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan UPI. Selain Wakil Menteri Pendidikan Na
  • 21

    Nov

    AZAS-AZAS DALAM BIMBINGAN KONSELING

    Penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling selain dimuati oleh fungsi dan didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu, juga dituntut untuk memenuhi sejumlah asas bimbingan. Pemenuhan asas-asas bimbingan itu akan memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan, sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan, serta mengurangi atau mengaburkan hasil layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. Betapa pentingnya asas-asas bimbingan konseling ini sehingga dikatakan sebagai jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan layanan bimbingan dan konseling. Apabila asas-asas ini ti
- Next

Author

Follow Me


Archive